Fathurrohman – Setelah melewati hari pertama yang penuh haru dan pembekalan tata tertib, langkah para santri di Pondok Pesantren Terpadu Fathurrohman kini resmi dimulai. Memasuki masa awal pendidikan, seluruh santri—baik santri lama maupun santri baru—mengikuti rangkaian kegiatan Matrikulasi yang dirancang khusus untuk menyamakan persepsi, memperbaiki ibadah dasar, dan melatih kedisiplinan.
Masa matrikulasi ini menjadi jembatan penting agar seluruh santri memiliki standar pemahaman dan amaliyah (praktik ibadah) yang selaras dengan visi misi pesantren.

Menyempurnakan Ibadah Dasar: Dari Tahsin hingga Gerakan Shalat
Sejak pagi hari, suasana asrama dan masjid dipenuhi dengan lantunan ayat suci dan doa. Kegiatan matrikulasi untuk seluruh santri difokuskan pada penguatan fondasi spiritual. Agenda utama meliputi:
- Tahsin Al-Qur’an: Memperbaiki makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) dan tajwid, agar setiap santri dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar.
- Pemantapan Bacaan dan Gerakan Shalat: Mengingat shalat adalah tiang agama, para asatidz membimbing langsung kesempurnaan gerakan shalat (tuma’ninah) beserta kebenaran bacaannya dari takbiratul ihram hingga salam.
- Tahfiz Surah Pendek: Para santri juga dibimbing untuk menghafal dan melancarkan kembali hafalan surah-surah pendek yang akan menjadi bekal mereka saat menjadi imam atau dalam ibadah sehari-hari.
Bagi santri lama, kegiatan ini menjadi ajang muroja’ah (mengulang kembali) dan penyempurnaan. Sementara bagi santri baru, ini adalah momen penting untuk menyesuaikan diri dengan standar ibadah di pesantren.

Syi’ir Abu Nawas dan Bekal Amaliyah Khusus Santri Baru
Terdapat pemandangan yang istimewa pada sesi matrikulasi santri baru. Guna mengenalkan tradisi spiritual pesantren, mereka mendapatkan materi khusus yang akan menjadi amalan harian mereka kelak.
Dengan khusyuk, para santri baru diajarkan melantunkan Syi’ir Abu Nawas (Ilaahi lastu lil firdausi ahlaan…), sebuah syair pengakuan dosa dan permohonan ampun yang begitu menyentuh hati. Selain itu, mereka juga dibekali dengan bimbingan intensif mengenai tata cara dzikir setelah shalat serta hafalan bacaan doa setelah shalat fardhu. Pembekalan ini diharapkan membuat santri baru tidak canggung lagi dan bisa langsung membaur dalam kegiatan peribadatan berjamaah di masjid pondok.

Latihan Baris-Berbaris: Menempa Fisik dan Disiplin di Siang dan Sore Hari
Pendidikan di Ponpes Fathurrohman tidak hanya menitikberatkan pada olah batin, tetapi juga olah fisik dan kedisiplinan. Beralih ke siang dan sore hari, kegiatan bergeser dari area masjid dan kelas menuju lapangan terbuka.
Seluruh santri digembleng melalui kegiatan Latihan Baris-Berbaris (PBB). Di bawah teriknya matahari siang hingga sejuknya angin sore, para santri belajar tentang konsentrasi, kekompakan, kepatuhan pada instruksi (komando), serta ketahanan fisik. Latihan ini sangat efektif untuk menghilangkan rasa malas, melatih postur tubuh yang tegap, dan menumbuhkan jiwa korsa (kebersamaan) di antara para santri.
Melalui paduan matrikulasi spiritual di pagi hari dan gemblengan fisik di siang hingga sore hari, Pondok Pesantren Terpadu Fathurrohman berharap dapat mencetak generasi santri yang “Kuat fisiknya, mantap ibadahnya, dan luhur akhlaknya.”
Semangat terus untuk seluruh santri! Masa matrikulasi ini adalah kawah candradimuka yang akan membentuk kalian menjadi intan permata kebanggaan umat.




